Simeulue – Kebutuhan telur untuk konsumsi masyarakat di 138 desa pada 10 kecamatan di wilayah Kepulauan Simeulue mencapai satu juta butir dalam satu bulan.
Kebutuhan telur masyarakat Pulau Simeulue seluruhnya (100 persen) dipasok dari Pulau Sumatera oleh 12 pemasok. Hal itu disampaikan Halid Sastrawan (40), salah seorang pemasok telur di Kabupaten Simeulue.
“Estimasi kebutuhan telur untuk konsumsi di daerah kita mencapai satu juta butir dalam satu bulan. Seluruhnya dipasok dari Pulau Sumatera,” kata Halid Sastrawan kepada , Minggu (9/8/2026).
Halid Sastrawan menilai, dengan tingkat kebutuhan sebanyak itu, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Simeulue memikirkan cara untuk memproduksi telur secara mandiri, sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan kebutuhan pokok dan primer itu dari luar daerah.
“Sudah 80 tahun kita merdeka, untuk kebutuhan primer seperti telur saja kita masih mengimpor dari luar daerah. Pemda jangan abai terhadap persoalan kebutuhan pokok ini. Sudah saatnya Simeulue mandiri dengan memproduksi telur sendiri,” imbuh Halid Sastrawan.
Usaha budi daya ayam petelur di Kabupaten Simeulue dinilai layak dan sangat dibutuhkan, mengingat tingkat kebutuhan telur yang dikonsumsi masyarakat setiap harinya hampir setara dengan tingkat kebutuhan konsumsi beras.

Pemerintah Kabupaten Simeulue didorong untuk terlibat langsung dalam usaha budi daya ayam petelur melalui BUMD, guna memudahkan koneksi, jaringan, maupun intervensi kebutuhan usaha budi daya ayam petelur dengan pihak luar.
Namun, Halid Sastrawan mengingatkan, apabila usaha tersebut direalisasikan oleh pemerintah, pengelolaannya harus diserahkan kepada pihak ketiga agar independensi pengawasan manajemen tetap terjaga, sebab jika pemerintah ikut serta dalam pengelolaan, independensi pengawasan dipastikan akan melemah.
“Bila usaha budi daya ayam petelur itu terealisasi, percayakan pengelolaannya kepada pelaku usaha pihak ketiga, agar independensi pengawasan dari pemerintah tetap melekat. Intinya, wasit jangan menjadi pemain,” tutup Halid Sastrawan.
Dalam kondisi normal transportasi laut tanpa gangguan cuaca ekstrem, dalam satu bulan Halid Sastrawan mendatangkan telur dari luar daerah untuk kebutuhan konsumsi di Kabupaten Simeulue sebanyak 96.000 butir.
Diketahui, terdapat 12 pemasok telur di Kabupaten Simeulue yang setiap harinya berjibaku mengimpor telur dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di 138 desa pada 10 kecamatan di wilayah Kepulauan Simeulue.
Harga telur per butir di pasar lokal wilayah kepulauan berkisar antara Rp2.000 hingga Rp2.500 per butir. Harga tersebut sewaktu-waktu dapat berubah, mengikuti faktor cuaca dan arus transportasi laut lintas Pulau Simeulue – Pulau Sumatera.
