Seputar Aceh – FBI dan Secret Service AS terlibat dalam penyidikan kasus korupsi yang melibatkan mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah. Kerja sama ini dilakukan setelah penetapan tersangka terhadap Febrie Adriansyah terkait tiga kasus dugaan korupsi.
Sebagaimana dilaporkan oleh detikNews, pihak FBI dan Secret Service melakukan pengecekan barang bukti yang disita polisi di gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Selasa, 14 Juli 2026. Pengecekan dilakukan terhadap sejumlah uang tunai dalam bentuk dolar AS, dollar Singapura, serta emas batangan yang disita dari beberapa lokasi.
Penyidikan Kasus Korupsi
Pengusutan ini melibatkan FBI, Kedutaan Besar Amerika Serikat, serta pihak Singapura. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa barang bukti yang diperiksa termasuk uang tunai dan emas batangan. Dari hasil penggeledahan di beberapa lokasi, ditemukan total uang yang telah dikonversi dalam bentuk rupiah senilai Rp 60 miliar dan Rp 476 miliar.
Hasil penggeledahan di de’Clan Cipete menghasilkan 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar AS, dan Rp 259.159.000. Penggeledahan di Money Changer Cipete menunjukkan total sekitar Rp 7,2 miliar. Sementara di rumah mewah Sentul, ditemukan 74 kg emas batangan dan lebih dari 4 juta dollar AS.
Perkembangan Terkini Kasus Febrie Adriansyah
Febrie Adriansyah dan rekan tersangkanya, Don Ritto, ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor). Penetapan tersangka ini terjadi setelah Febrie mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jampidsus. Kasus ini melibatkan dugaan korupsi dalam tiga proyek besar, yaitu batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel.
Perkara tersebut kini dilimpahkan ke Kejaksaan Agung dan disupervisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejaksaan Agung dan KPK berkolaborasi dengan Komisi III DPR RI untuk memastikan pengusutan berjalan profesional dan transparan.
Kesimpulan dan Implikasi Hukum
Kolaborasi antara Polri, FBI, dan Secret Service AS dalam kasus ini menunjukkan keseriusan dalam menangani praktik korupsi internasional. Penegakan hukum yang berlapis ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku korupsi di Indonesia. Penanganan kasus ini juga menjadi perhatian publik dalam hal transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
