Kebakaran hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, semakin meluas. Penutupan seluruh aktivitas wisata Gunung Bromo dimulai pada Sabtu, 12 September 2026, hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan penutupan ini untuk mendukung penanganan kebakaran.
Rudijanta menambahkan, penutupan ditujukan untuk efektivitas pemadaman serta menjaga keselamatan pengunjung. Api telah menyebar dari kawasan savana Lembah Watangan ke Jemplang, Kabupaten Malang. Meski begitu, akses menuju lokasi kebakaran dibatasi hanya untuk petugas dan relawan yang terlibat.
Walaupun wisata Bromo ditutup total, Ranu Regulo masih dapat diakses dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Penutupan Bromo tidak memiliki batas waktu dan bergantung pada perkembangan kebakaran serta kondisi keamanan di kawasan tersebut.
Wisatawan yang telah membeli tiket untuk periode 12-18 September 2026 dapat memilih refund atau reschedule. Untuk refund, pengunjung perlu mengajukan formulir paling lambat 30 September 2026. Pengembalian dana akan dilakukan penuh dan ditransfer ke rekening pengunjung dalam waktu 14-40 hari kerja setelah data terverifikasi.
Untuk reschedule, wisatawan dapat melakukan penjadwalan ulang tanpa biaya. Periode kunjungan pengganti adalah dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2026. Data peserta harus sama dengan data booking awal, sehingga tidak dapat diganti dengan orang lain.
Pengajuan refund dan reschedule dapat dilakukan melalui link di bio Instagram resmi BB TNBTS, memindai QR code yang ada, atau menggunakan formulir yang disediakan.[]
Sumber: CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia
