Banda Aceh
Nanggroe

Toko dan Swalayan Sekitar Masjid Raya Tutup Usai Kericuhan Hari Damai

Banda Aceh – Sejumlah toko dan swalayan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman terpaksa tutup lebih awal setelah kericuhan meletus usai…

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Banda Aceh – Sejumlah toko dan swalayan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman terpaksa tutup lebih awal setelah kericuhan meletus usai zikir dan doa bersama memperingati Hari Damai Aceh Ke-21, Sabtu (15/8/2026). Dampak kericuhan Hari Damai Aceh langsung dirasakan oleh para pelaku usaha di pusat kota Banda Aceh.

Pantauan , toko-toko hingga swalayan yang berada di Jalan Tepi Kali, Jalan Tengku Chik Ditiro, hingga Jalan Soekarno-Hatta tutup meski hari masih siang.

Swalayan Simbun Sibreh, Barata, Indomaret, hingga Kimia Farma memilih mengamankan diri dan menutup operasional lebih cepat dari biasanya.

Tidak hanya pusat perbelanjaan, sejumlah kegiatan yang rencananya diselenggarakan Pemerintah Kota Banda Aceh juga ikut terdampak.

Dua event besar yang paling dekat dengan momen kemerdekaan, Fun Walk dan Car Free Day (CFD), resmi dibatalkan. Pembatalan ini diambil demi keamanan dan keselamatan bersama.

UMKM Ikut Merasakan Dampaknya

Para pelaku UMKM yang biasa berjualan di kawasan Car Free Day menyampaikan hal serupa. Mereka terpaksa tidak membuka lapak hingga situasi dinyatakan kondusif. Salah satu pedagang, Ida, yang berjualan di festival Pasar Aceh mengeluhkan kondisi yang terjadi.

“Sepi yang datang. Orang-orang takut keluar, kami juga was-was,” kata Ida yang memilih bertahan hingga malam hari meski dagangannya sepi.

Ida mengaku sudah berjualan sejak pagi, namun pengunjung sangat minim. Ketegangan yang menyelimuti kawasan sekitar Masjid Raya membuat masyarakat memilih berdiam diri di rumah. Suasana ini jelas memukul pendapatan para pedagang kecil yang mengandalkan keramaian akhir pekan.

Kericuhan itu sendiri bermula saat beberapa massa berusaha menaikkan bendera bulan bintang menggantikan bendera merah putih yang berkibar di halaman Masjid Raya Baiturrahman.

Aksi tersebut memicu kegaduhan dan membuat massa bergolak, termasuk upaya mengejar Wakapolda Aceh yang turut hadir dan segera diamankan oleh aparat.

Penurunan Bendera dan Situasi Terkini

Bendera bulan bintang yang sempat berkibar di beberapa titik di kawasan Masjid Raya Baiturrahman akhirnya diturunkan oleh pihak Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda sekitar pukul 15.00 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kericuhan dan jumlah korban luka masih belum diketahui secara resmi.

Dampak kericuhan Hari Damai Aceh ini menjadi pukulan telak bagi aktivitas ekonomi dan sosial di jantung kota Banda Aceh. Masyarakat berharap situasi segera pulih dan aktivitas perekonomian kembali normal seperti sedia kala.**

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.