Banda Aceh
Lingkungan

Gajah Sumatera Mati di Kebun Sawit Aceh Tamiang, BKSDA Turunkan Tim Nekropsi

Aceh Tamiang – Kabar duka datang dari dunia konservasi satwa liar Aceh. Seekor gajah Sumatera mati mendadak di tengah areal perkebunan…

Oleh Waktu baca: 3 menit
Bagikan

Aceh Tamiang – Kabar duka datang dari dunia konservasi satwa liar Aceh. Seekor gajah Sumatera mati mendadak di tengah areal perkebunan kelapa sawit yang berada di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. Penemuan bangkai satwa dilindungi ini pertama kali diketahui oleh seorang pekerja PT MPLI, pemilik lahan sawit tempat gajah tersebut ditemukan, pada Minggu (9/8) siang.

Menurut informasi yang dihimpun, pekerja perkebunan itu mendapati bangkai gajah tergeletak di Afdeling B, Blok 34, tepat di tengah jalan yang diapit pohon-pohon sawit. Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian, yang kemudian meneruskan informasinya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Kepala Desa Kaloy, Andi, seperti dikutip dari Antaranews.com, membenarkan bahwa warga menemukan gajah tersebut sudah tak bernyawa sekitar tengah hari. “Penyebab kematiannya belum diketahui. Kami sedang mendampingi petugas polisi ke lokasi kejadian. Jalan menuju ke sana rusak,” ujarnya.

Merespons laporan itu, tim gabungan yang terdiri atas petugas BKSDA, kepolisian Aceh Tamiang, kepolisian Tamiang Hulu, hingga perwakilan perusahaan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal sekaligus mengamankan area kejadian.

Teuku Irmansyah, Kepala Seksi Konservasi I BKSDA Aceh, menuturkan bahwa kantornya langsung menugaskan petugas dari Resor Konservasi Langsa untuk mendatangi lokasi begitu laporan diterima. “Setelah menerima laporan, petugas dari Resor Konservasi Langsa segera menuju lokasi pada Minggu siang. Namun, kami belum menerima laporan terbaru,” katanya.

Gading Gajah Sumatera Mati Ini Ditemukan Utuh

WRU BPBD Aceh Barat dan BKSDA Buru Gajah Liar untuk Dipasangi GPS Collar
Dua gajah jinak dari CRU Sare, Kabupaten Aceh Besar saat melakukan proses pencarian gajah liar di Aceh Barat (Foto : Dok. BPBD Aceh Barat)

Sehari setelah penemuan, giliran Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, memberikan keterangan resmi. Ia mengatakan tim dokter hewan sudah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan nekropsi guna mengungkap penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut. Hasil identifikasi awal menunjukkan gajah yang mati adalah jantan dengan kedua gading masih utuh dan tanpa bekas luka di tubuhnya, sehingga dugaan perburuan untuk mengambil gading maupun kekerasan fisik langsung belum bisa dipastikan.

Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus merupakan satwa endemik yang hanya dapat dijumpai di Pulau Sumatera. Populasinya kini berstatus sangat terancam punah (critically endangered) menurut Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), sehingga setiap kasus kematian individu gajah menjadi perhatian serius bagi upaya pelestarian spesies ini di Aceh.

Menyikapi peristiwa ini, BKSDA Aceh kembali mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan sebagai habitat utama satwa liar, serta tidak menangkap, melukai, apalagi membunuh hewan yang dilindungi undang-undang.

Warga juga diminta tidak memelihara, memiliki, mengangkut, atau memperjualbelikan satwa dilindungi baik dalam kondisi hidup maupun mati, termasuk melarang penggunaan jerat atau racun yang berpotensi merenggut nyawa gajah maupun satwa liar lainnya.

Pihak berwenang menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang menyangkut satwa liar dilindungi dapat berujung pada sanksi pidana sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Hingga berita ini disusun, hasil nekropsi resmi terkait penyebab kematian gajah Sumatera di Aceh Tamiang tersebut masih ditunggu dari pihak BKSDA Aceh.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.