Banda Aceh
Banda Aceh

Gampong Laksana Dikepung Biawak, Saluran Drainase Tersumbat

Banda Aceh – Warga Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, dilanda keresahan. Hewan biawak dilaporkan semakin banyak berkeliaran dan bahkan…

Oleh Waktu baca: 3 menit
Bagikan

Banda Aceh – Warga Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh dilanda keresahan. Hewan biawak dilaporkan semakin banyak berkeliaran dan bahkan bersarang di saluran drainase permukiman mereka. Keberadaan reptil liar ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada fungsi infrastruktur lingkungan.

Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh, M. Zidan Al-Hafidh, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan langsung dari masyarakat setempat.

Menurutnya, hasil laporan yang masuk saat reses menyebutkan biawak sudah berkembang biak dan menjadikan drainase sebagai tempat tinggal. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan keselamatan, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar lingkungan rumah.

“Informasi ini kami terima dari masyarakat yang mulai resah dengan semakin banyaknya biawak yang berkeliaran di kawasan permukiman. Bahkan, ada yang ditemukan bersarang di saluran drainase warga,” ujar Zidan dalam Rapat bersama Sekda, Para Asisten dan Kadis PUPR Banda Aceh, Senin (10/8/2026).

Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh dari Fraksi PAN, M Zidan Al Hafidh SKed MM. Foto: Dok. untuk
Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh dari Fraksi PAN, M Zidan Al Hafidh SKed MM. Foto: Dok. untuk

Drainase Tersumbat, Warga Semakin Cemas

Persoalan ini bukan sekadar tentang keberadaan hewan liar. Zidan menekankan bahwa sarang biawak di dalam saluran air telah menyebabkan penyumbatan. Akibatnya, fungsi drainase sebagai pengendali aliran air menjadi terganggu.

Jika dibiarkan, genangan air dan potensi banjir lokal bisa menjadi ancaman susulan bagi permukiman padat di kawasan tersebut.

Ia menilai bahwa penanganan secara cepat sangat diperlukan agar keberadaan biawak di Gampong Laksana tidak semakin meluas dan menimbulkan persoalan baru bagi warga.

“Kami berharap Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya PUPR, dapat turun melihat langsung kondisi di lapangan dan mencari solusi terhadap persoalan ini. Jangan sampai keberadaan biawak semakin mengganggu masyarakat maupun fungsi saluran drainase,” katanya.

Lebih lanjut, Zidan mendorong adanya koordinasi antara pemerintah, aparatur gampong, dan masyarakat dalam menangani keberadaan hewan tersebut. Fokus utama adalah titik-titik yang menjadi lokasi sarang dan saluran drainase yang tersumbat.

Ia mengingatkan bahwa menjaga keseimbangan antara lingkungan dan kenyamanan warga adalah prioritas bersama.

Desakan Tindakan Cepat untuk Rasa Aman Warga

Zidan menegaskan bahwa warga berhak mendapatkan rasa aman di lingkungan tempat tinggalnya. Kehadiran biawak dalam jumlah banyak di tengah permukiman bukanlah pemandangan normal. Ia meminta instansi terkait tidak menunda-nunda langkah evakuasi dan pembersihan drainase.

“Yang paling penting adalah bagaimana persoalan ini segera ditangani secara tepat, sehingga masyarakat merasa aman dan saluran drainase kembali berfungsi dengan baik,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya laporan tentang biawak bersarang di Gampong Laksana, publik kini menanti langkah cepat dari Dinas PUPR Kota Banda Aceh. Harapannya, penanganan terpadu bisa segera dilakukan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga.**

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.