Banda Aceh
Pertanian

Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu Alternatif Hilirisasi Tebu

Kementerian Pertanian mendorong pengembangan gula tumbu untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen petani tebu.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan industri gula tumbu sebagai alternatif hilirisasi tebu. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen petani di tengah meningkatnya produksi tebu nasional.

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa saat ini pihaknya mendapatkan mandat untuk mewujudkan swasembada gula. Tebu sudah ditanam sejak 2025 dan akan terus berlanjut. Menurutnya, petani memiliki alternatif lain selain mengolah tebu menjadi gula kristal putih, yaitu gula merah tebu atau gula tumbu.

Abdul Roni mengungkapkan bahwa pengembangan gula tumbu dapat menjadi solusi untuk mendukung program swasembada gula. Selain itu, industri gula tumbu bisa menjadi solusi sementara di daerah dengan kapasitas pabrik gula yang masih terbatas.

Ia menegaskan bahwa tidak semua hasil tebu dapat langsung diolah oleh pabrik gula karena kapasitasnya yang terbatas. Dengan pengembangan gula merah tebu, diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar, termasuk untuk industri pembuatan kecap.

Abdul Roni juga mengapresiasi inovasi dari petani dalam mengembangkan gula tumbu. Namun, ia menekankan bahwa peningkatan standar higienitas harus menjadi perhatian utama jika produksi gula tumbu terus dikembangkan. Pemerintah daerah dan pusat harus bekerja sama untuk meningkatkan standar ini agar sesuai dengan ketentuan yang ada.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, berharap kunjungan Direktorat Jenderal Perkebunan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani tebu. Dengan perhatian yang lebih besar, diharapkan produksi gula tumbu dapat meningkat dan memberikan manfaat lebih bagi para petani.

Pengembangan gula tumbu sebagai alternatif hilirisasi tebu menjadi langkah penting dalam mendukung swasembada gula. Dengan memperhatikan standar higienitas, diharapkan hasil produksi dapat mencapai pasar yang lebih luas dan memberikan keuntungan bagi petani. Kerja sama antara pemerintah dan petani dalam pengembangan ini akan sangat menentukan keberhasilan program tersebut.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.