Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengawal perdamaian Aceh yang telah berusia 21 tahun. Ajakan ini disampaikan dalam perayaan Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Fadhlullah menegaskan bahwa Wagub Aceh ajak jaga perdamaian ini bukan tanpa alasan. Perjalanan menuju damai tidaklah mudah. Aceh melalui konflik bersenjata lebih dari tiga dekade sebelum akhirnya mencapai kesepakatan damai.
“Perdamaian 21 tahun ini tidak mudah. Dari awal masa 30 tahun lebih Aceh mengalami konflik dan berakhir setelah tsunami pada 26 Desember 2004. Kemudian pada 15 Agustus 2005 terjadilah perdamaian dan setelah itu bantuan-bantuan dunia masuk untuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh,” kata Fadhlullah.
Ia menilai perdamaian harus diikuti dengan upaya memenuhi berbagai kesepakatan yang tertuang dalam MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
“Kita masyarakat Aceh bangga, salah satunya karena berkomitmen menjaga perdamaian hingga 21 tahun. Memang benar masih ada kekurangan, maka kekurangan inilah tugas kita bersama. Mari kawal semua yang telah disepakati dan kita buktikan,” ujarnya.
Fadhlullah juga mengingatkan bahwa berbagai kekurangan dalam pelaksanaan perdamaian harus menjadi tanggung jawab bersama untuk diperbaiki. Sebaliknya, capaian yang sudah baik harus dijaga agar perdamaian Aceh tetap berkelanjutan. Pesan ini menjadi penegasan bahwa semangat menjaga damai tidak boleh luntur.
Laporan: Fatihatul dan Zaki Rivaldi
