Hingga hari ke-7, keberadaan lima pewarta foto dan tiga kru speedboat yang berlayar ke Gunung Anak Krakatau belum juga teridentifikasi. Mereka terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga dan rekan sebelum keberangkatan. Muhammad Bagus Khoirunnas, pewarta foto dari Kantor Berita Antara Biro Banten, mengungkapkan niatnya untuk pergi ke Pulau Krakatau sejak Juli lalu.
Pada Minggu, 6 September 2026, Bagus menghubungi rekannya yang merupakan pramuwisata untuk merencanakan perjalanan keesokan harinya. Pada pukul 12.42 WIB, ia menghubungi rekannya melalui WhatsApp. Rekannya itu saat itu sedang dalam perjalanan kembali dari Ujung Kulon setelah memimpin tur di Pulau Peucang.
Pesan yang dikirim Bagus tidak langsung mendapat respons. Komunikasi berlanjut sekitar pukul 18.00 WIB melalui telepon. Dalam percakapan tersebut, Bagus membahas rencana berangkat ke Anak Krakatau bersama beberapa pewarta foto. Ia menanyakan kondisi Gunung Anak Krakatau yang saat itu berstatus level III (Siaga) menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Rekannya menirukan ucapan Bagus, “Bang, kami mau berangkat sama temen-temen fotografer, tapi keputusannya, atasan besok, hari Senin.” Sekitar pukul 21.00 WIB, rekannya meneruskan percakapan itu kepada Heriyanto alias Bonsai, pemandu profesional yang mengenal betul kawasan Krakatau.
Pada Senin, 7 September, sekitar pukul 11.00 WIB, Bagus memberikan konfirmasi mengenai rencana keberangkatan. Ia menyebutkan masih menunggu pencairan dana operasional dari temannya, Arie Basuki, pewarta foto Merdeka.com. Biaya perjalanan yang disepakati adalah Rp 7,5 juta.
Sambil menunggu kepastian pencairan, mereka membicarakan teknis perjalanan. Bagus menanyakan kemungkinan menggunakan drone selama perjalanan. Rekannya menjawab, “Ya kondisional saja ya. Maksudnya, ya lu lihat di sanalah. Kalau memungkinkan, ya silakan. Kalau tidak memungkinkan, ya jangan!” Bagus juga meminta agar perjalanan berlangsung hingga malam untuk mengambil gambar dalam kondisi gelap.
Heriyanto menjelaskan bahwa perjalanan biasanya dimulai sekitar pukul 07.00-08.00 WIB dan kembali pada pukul 14.00 WIB. Namun, jika ingin pulang malam, keberangkatan harus dilakukan setelah makan siang. Pembicaraan ini menunjukkan persiapan matang yang dilakukan sebelum keberangkatan.[]
Sumber: detikNews
