Subang, Jawa Barat (ANTARA) – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Indonesia memiliki sumber daya untuk membangun rantai industri kendaraan listrik domestik yang lengkap, mulai dari bahan baku dan baterai hingga manufaktur dan daur ulang.
Kartasasmita menegaskan bahwa investasi harus melampaui produksi kendaraan untuk memperkuat rantai pasok nasional. Ia mendorong BYD untuk memperdalam integrasinya ke dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Kamis saat meresmikan fasilitas produksi yang dioperasikan oleh produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, di Jawa Barat. Kartasasmita menyambut baik keputusan BYD untuk membangun fasilitas tersebut di Jawa Barat, salah satu pusat industri terbesar di Indonesia.
Ia menyatakan bahwa pembukaan pabrik ini terjadi seiring dengan pertumbuhan pesat industri kendaraan listrik Indonesia. Hingga April 2026, Indonesia telah memproduksi 468.231 unit kendaraan listrik, yang terdiri dari 242.909 sepeda motor listrik dan 223.100 mobil listrik.
Dalam paruh pertama tahun 2026, penjualan kendaraan listrik baterai mencapai 70.095 unit, yang mewakili 16,06 persen dari pasar, sementara penjualan kendaraan hybrid total mencapai 40.405 unit, atau 9,26 persen. Kartasasmita menyebutkan bahwa BYD memimpin penjualan kendaraan roda empat di Indonesia pada paruh pertama 2026, menguasai 43,2 persen dari total pasar.
Ia juga menyampaikan bahwa produk BYD telah mencapai tingkat komponen dalam negeri, yang dikenal sebagai TKDN, berkisar antara 40,8 persen hingga 47 persen. Asosiasi Industri Otomotif Indonesia, atau GAIKINDO, mencatat 93.869 unit kendaraan listrik BYD terjual kepada konsumen Indonesia dari tahun 2024 hingga paruh pertama 2026.
Kartasasmita menegaskan bahwa angka penjualan tersebut menunjukkan ekspansi cepat BYD di Indonesia dan perannya yang semakin penting dalam industri otomotif negara ini.[]
Sumber: ANTARA News
