Banda Aceh
Teknologi

EV Makin Populer, Bisnis Suku Cadang Masih Menguntungkan

Meskipun EV semakin populer, bisnis suku cadang untuk kendaraan ICE tetap menjanjikan.

Oleh Waktu baca: 1 menit
Bagikan

Peningkatan penjualan mobil listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia tidak mengubah industri komponen pendukung. Penjualan BEV masih menghadapi tantangan dalam penyesuaian teknologi suku cadang dan aftermarket. Yusak Kristian, Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), menyatakan bahwa jumlah komponen pada EV lebih sedikit dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).

Menurut Yusak, penetrasi EV di pasar juga akan memiliki batasan. Dia menegaskan bahwa kendaraan listrik tidak akan menggantikan ICE secara cepat. Infrastruktur pendukung di Indonesia masih menjadi kendala utama bagi penjualan kendaraan listrik, terutama di luar kota besar.

Yusak menyebutkan bahwa bisnis suku cadang tetap menjanjikan karena beberapa komponen digunakan pada kendaraan elektrifikasi seperti hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Komponen tersebut tetap relevan baik untuk kendaraan ICE maupun EV.

Dia menambahkan bahwa berkurangnya penggunaan komponen pada BEV tidak akan mengakhiri bisnis suku cadang untuk kendaraan ICE. Selama transisi menuju kendaraan listrik berlangsung, kebutuhan terhadap suku cadang kendaraan ICE akan tetap ada.

Kementerian Perindustrian sebelumnya mencatat bahwa sekitar 10 ribu komponen kendaraan konvensional akan hilang dengan hadirnya kendaraan listrik di Indonesia. Namun, kendaraan listrik hanya memerlukan sekitar 20 ribu komponen untuk berfungsi dengan baik.[]

Sumber: CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.