… Banda Aceh
Ekonomi & Bisnis

Konten Kreator Dinilai Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Banda Aceh

Oleh
Bagikan

ACEHTODAY.ID– Para konten kreator dinilai berpotensi menjadi salah satu penggerak baru ekonomi kreatif di Kota Banda Aceh. Kemampuan mengemas ide menjadi konten berkualitas kini tidak hanya berguna untuk membangun personal branding, tetapi juga membuka peluang usaha dan sumber penghasilan.

Penilaian itu disampaikan Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kota Banda Aceh, Baba Ali, saat menyatakan dukungan terhadap Pelatihan Content Creator Aceh (CCA) 2026 yang digagas Bisnisia.

Menurut Baba Ali, perubahan ekonomi saat ini menuntut generasi muda untuk lebih adaptif, dengan kreativitas dan kemampuan digital sebagai modal utama.

“Perubahan ekonomi saat ini menuntut kita untuk lebih adaptif. Kreativitas dan kemampuan digital harus menjadi modal penting bagi generasi muda. Kita ingin anak-anak muda Banda Aceh tidak hanya mahir membuat konten, tetapi juga mampu membangun bisnis, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menghasilkan nilai ekonomi dari kreativitas mereka,” kata Baba Ali.

Potensi Lokal Butuh Strategi Digital

Awien Syuib memberikan materi personal branding bagi peserta pelatihan konten kreator.
Awien Syuib memberikan materi personal branding bagi peserta pelatihan konten kreator.

Baba Ali menyebut Banda Aceh memiliki bekal besar untuk mengembangkan industri kreatif, mulai dari kekayaan budaya, potensi pariwisata, kuliner, fesyen, dan kriya hingga produk UMKM lokal. Namun, potensi tersebut dinilai memerlukan kreativitas dan strategi pemasaran digital agar menjangkau pasar yang lebih luas.

Di sinilah, menurutnya, content creator memegang peran penting sebagai penghubung antara produk dan karya lokal dengan audiens yang lebih besar.

Tak Cukup dengan Pelatihan

Meski demikian, Baba Ali menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan pelatihan. Ia menilai harus ada kesinambungan melalui pembinaan, kolaborasi, pendampingan, dan pembukaan akses pasar bagi pelaku kreatif.

“Visi kita jelas, BANDA ACEH KREATIF, EKONOMI PROGRESIF! Kita ingin membangun SDM kreatif, memperkuat industri, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Kreativitas harus memiliki nilai tambah dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, GEKRAFS Banda Aceh berencana mengambil peran sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan komunitas kreatif, pengusaha, pemerintah, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.

Pelatihan sebagai Pintu Masuk

Baba Ali menyampaikan apresiasi kepada Bisnisia selaku penyelenggara karena menghadirkan ruang peningkatan kapasitas bagi generasi muda. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal terbentuknya jaringan kreator digital yang profesional dan berdaya saing.

“Kami mengapresiasi Bisnisia yang telah mengambil bagian dalam pengembangan talenta kreatif Aceh. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan. Kami berharap semakin banyak pihak yang berani berinvestasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakatnya menciptakan inovasi dan nilai ekonomi.

“Sudah saatnya kreativitas anak muda Aceh naik kelas. Kita tidak hanya ingin melahirkan kreator yang dikenal, tetapi juga kreator yang mampu membangun industri dan memberikan manfaat bagi daerah. Banda Aceh harus menjadi kota yang kreatif, produktif, dan progresif,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.