Kesehatan jantung sering kali dihubungkan dengan tekanan darah, kolesterol, dan berat badan. Namun, ada aspek yang lebih kecil yang berperan penting, yaitu sel. Jantung membutuhkan banyak energi untuk berfungsi, dan energi ini diproduksi oleh mitokondria di dalam sel.
Mitokondria berfungsi mengubah makanan menjadi energi yang digunakan tubuh. Seiring bertambahnya usia, fungsi mitokondria dapat menurun, yang dapat mempengaruhi kesehatan pembuluh darah. Hal ini berdampak pada kesehatan jantung secara keseluruhan.
Penyakit kardiovaskular merupakan tantangan kesehatan besar di Asia. Data menunjukkan bahwa 61,3 persen kematian akibat penyakit ini terjadi di kawasan tersebut. Beban penyakit di Asia 8,3 persen lebih tinggi daripada rata-rata global. Meskipun angka kematian akibat penyakit kardiovaskular menurun, beban penyakit secara keseluruhan meningkat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan jantung antara lain populasi lanjut usia dan perubahan gaya hidup. American Heart Association (AHA) mengidentifikasi delapan komponen penting untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Komponen tersebut mencakup pola makan sehat, aktivitas fisik, dan tidur yang berkualitas.
Selain itu, menghindari nikotin dan mengontrol kadar glukosa darah, kolesterol, serta tekanan darah juga merupakan hal penting. Penelitian terbaru menyoroti peran proses di tingkat seluler dalam kesehatan jantung. Ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan jantung tidak hanya bergantung pada faktor makroskopis tetapi juga pada tingkat sel.[]
Sumber: CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia
