Taufik Hidayat merasakan kegirangan ketika Indonesia meraih medali emas bulutangkis beregu putra di Asian Games 2026. Dia hadir sebagai Wakil Ketua I PBSI dan Wakil Menpora, menyaksikan momen bersejarah itu secara langsung di Nagoya. Taufik terlihat berdiri, mengepalkan tangan, dan berteriak gembira saat Moh. Zaki Ubaidillah memastikan kemenangan Indonesia 3-2 atas China.
Setelah pertandingan, Taufik memeluk Ketua Umum PBSI M.Fadil Imran. Dia terharu dan meneteskan air mata melihat perjuangan para atlet, termasuk junior-juniornya. Taufik mengucapkan selamat melalui akun media sosialnya, mengapresiasi tim beregu putra yang telah membawa pulang emas pertama untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya.
Dia juga menyoroti momen sulit yang dilalui tim sebelum berhasil melakukan comeback. “Perjuangan tidak pernah berhenti sampai poin terakhir,” ujarnya. Taufik memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet dan tim pendukung yang berjuang demi Merah Putih.
Air mata kebahagiaan Taufik wajar, mengingat Indonesia terakhir kali meraih emas di nomor yang sama pada Asian Games 1998. Pada saat itu, Taufik yang berusia 17 tahun juga menjadi bagian dari tim yang mengalahkan China di final. Kini, sejarah itu terulang di edisi ke-20 Asian Games.
Taufik juga mengapresiasi tim beregu putri Indonesia yang meraih medali perunggu. Dia mengucapkan terima kasih atas perjuangan mereka. Emas dari beregu putra menjadi medali pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Edisi kali ini juga memperbaiki hasil bulutangkis Indonesia yang kalah di perempatfinal pada 2022. Taufik berharap semangat dan kerja keras tim terus terjaga dalam setiap pertandingan mendatang.[]
Sumber: detiksport
