… Banda Aceh
Internasional

Puluhan Negara Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB

Banyak negara meninggalkan ruang sidang saat Netanyahu berpidato di PBB, menyoroti ketegangan diplomatik yang terjadi.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Namun, puluhan negara memilih untuk meninggalkan ruangan saat pidato berlangsung. Kejadian ini terjadi pada 26 September 2026, menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang.

Tampak sejumlah utusan negara keluar dari ruang sidang saat Netanyahu berbicara. Beberapa delegasi lainnya juga terdengar mencemooh dan meneriakkan ejekan saat Netanyahu berpidato. Di sisi lain, tim Netanyahu yang berada di dalam ruangan tetap berdiri dan bertepuk tangan.

Netanyahu kemudian meminta agar situasi dalam ruangan kembali tertib dan menyatakan, “Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi.” Pidato ini menjadi momen penting bagi Netanyahu, yang memanfaatkan panggung PBB untuk menyerang kritik terhadap kebijakan Israel.

Delegasi Indonesia juga turut melakukan walk out. Dalam video dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia di New York, terlihat delegasi Indonesia kompak meninggalkan bangku mereka. Ruang tempat duduk Indonesia pun tampak kosong setelah mereka pergi.

Netanyahu dalam pidatonya menyerang Zohran Mamdani, Wali Kota New York yang merupakan politikus Muslim pertama di sana. Dia mengklaim bahwa banyak warga Yahudi merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih sebagai wali kota. Netanyahu menyebut Mamdani sebagai sosok “antisemit”.

Mamdani sebelumnya mengkritik Netanyahu dengan keras dan bahkan sempat menyatakan akan mengeksekusi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika memiliki kewenangan. Namun, Mamdani mengakui bahwa dia tidak memiliki kewenangan tersebut.

ICC pada tahun 2024 menyatakan terdapat dasar yang masuk akal untuk meyakini Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang. Situasi ini mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat dalam hubungan internasional terkait kebijakan Israel.[]

Sumber: detikNews

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.