Sejumlah pekerja menilai Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp 900.000 tidak cukup untuk menyelesaikan masalah mereka. Raina, seorang pekerja berusia 26 tahun, mengatakan bahwa bantuan tersebut hanya memberikan solusi instan. Ia merasa tidak ada dampak jangka panjang dari bantuan ini bagi penerima.
Raina mengungkapkan, bantuan sebesar Rp 300.000 justru membuat masyarakat ketergantungan pada bantuan sosial. Menurutnya, anggaran tersebut seharusnya digunakan untuk program yang lebih berkelanjutan bagi pekerja.
Evrina, karyawan swasta berusia 29 tahun, juga berpendapat bahwa BSU merupakan solusi sementara. Ia menekankan bahwa bantuan Rp 900.000 tidak menyelesaikan akar masalah yang dihadapi banyak pekerja.
Masalah tersebut mencakup upah yang rendah, terbatasnya lapangan pekerjaan, dan perlindungan yang belum memadai. Pekerja berharap pemerintah dapat memanfaatkan anggaran untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.[]
Sumber: Kompas.com
