… Banda Aceh
Kesehatan

Malapraktik Bedah di Jepang Akibatkan Pasien Bergantung Ventilator

Seorang wanita di Jepang bergantung pada ventilator setelah kesalahan bedah. Rumah sakit meminta maaf dan berjanji akan mencegah insiden serupa.

Oleh
Bagikan

Seorang wanita berusia 50 tahun di Jepang kini bergantung pada ventilator akibat kesalahan dokter saat operasi. Ahli bedah veteran tersebut mengangkat jaringan sehat alih-alih tumor jinak di otaknya. Akibatnya, wanita itu kehilangan kemampuan bernapas.

Rumah Sakit Universitas Kyoto, tempat operasi berlangsung, meminta maaf melalui media lokal TV Asahi. Direktur rumah sakit, Akifumi Takaori, mengekspresikan penyesalan dan berjanji akan menghindari kesalahan serupa di masa mendatang. Rumah sakit ini melakukan sekitar 156 operasi tumor otak setiap tahun.

Takaori mengatakan, “Kami menyampaikan permintaan maaf kami yang terdalam,” merujuk pada insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa meski memiliki pengalaman yang cukup, kesalahan dapat tetap terjadi. Rumah sakit berkomitmen untuk menyelidiki dan mencegah kekambuhan.

Wanita tersebut didiagnosis dengan tumor otak jinak setelah merasakan pusing dan ketidakstabilan. Walaupun masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari, ia setuju untuk menjalani operasi pengangkatan tumor. Operasi dilakukan di area sudut serebelopontin yang dekat dengan batang otak dan serebelum.

Area tersebut memiliki saraf yang mengontrol pendengaran, keseimbangan, serta sensasi dan gerakan wajah. Prosedur operasi berlangsung selama 10 jam dan dianggap kompleks karena banyaknya saraf di sekitar lokasi tersebut. Tim operasi terdiri dari tiga ahli bedah yang dipimpin oleh dokter berpengalaman lebih dari 20 tahun.

Operasi dilakukan pada akhir Juli, dan rumah sakit menjelaskan bahwa para dokter telah melakukan tes dua kali selama prosedur untuk memastikan jaringan yang diangkat. Namun, kesalahan tetap terjadi, menyebabkan pasien harus bergantung pada ventilator.[]

Sumber: CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.