Pada 21 September 2026, Korea Utara melaporkan bahwa mereka berhasil menguji senjata baru. Uji coba ini dilakukan di bawah pengawasan pemimpin Kim Jong Un. Menurut media negara, Kim mengapresiasi kemajuan dalam meningkatkan kesiapan militer negara tersebut.
Kim menyatakan bahwa uji coba ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam kemampuan angkatan bersenjata Korea Utara. Ia mengatakan, “musuh akan lebih memahami apa arti kemajuan ini tanpa penjelasan lebih lanjut.”
Dalam laporan KCNA, tidak dijelaskan jenis senjata yang diuji coba. Foto-foto yang dirilis menunjukkan Kim, bersama putrinya, sedang memeriksa layar yang menampilkan peta pantai timur negara tersebut.
Screenshot juga menunjukkan “jalur penerbangan” Hwasongpho-11-ma-1, yang kemungkinan merupakan bagian dari serangkaian rudal balistik jarak pendek yang sedang diperbarui oleh Pyongyang. Menurut NK News, proyektil ini tampaknya merupakan varian yang ditingkatkan dari rudal yang dilengkapi dengan kendaraan meluncur hipersonik.
Memasang kendaraan meluncur pada rudal memungkinkan hulu ledak dapat bermanuver untuk menghindari pertahanan anti-rudal. Selain itu, rudal hipersonik adalah salah satu dari sekian banyak senjata yang telah disebut Kim untuk dikembangkan guna meningkatkan kemampuan nuklir negara tersebut.
Militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek dari pantai timur mereka. Uji coba ini terjadi beberapa hari setelah Pyongyang menuduh Amerika Serikat meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea melalui serangkaian latihan militer.
Pada hari Senin, para menteri luar negeri Korea Selatan, Jepang, dan AS bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB di New York. Mereka sepakat untuk berkoordinasi erat demi perdamaian, stabilitas, dan denuklirisasi di Semenanjung Korea.[]
Sumber: NBC News
