Jakarta (ANTARA) – Berita kriminal di Jakarta pada Rabu (23/9) mencakup peredaran tembakau sintetis dan begal bersenjata tajam. Pengungkapan ini menarik perhatian publik dan perlu dicermati lebih lanjut.
Polsek Pademangan, Jakarta Utara, membongkar jaringan peredaran tembakau sintetis. Dua pria, AH (22) dan R (19), ditangkap di indekos Jalan Pademangan VII. Kapolsek Pademangan, AKP Daniel Dirgala, menyatakan, “Dengan diamankan dua pria ini, barang haram itu pun otomatis gagal beredar.”
Selain itu, kasus dugaan pelecehan seksual di Jaktim juga sedang diusut. Polisi menyelidiki penyalahgunaan foto siswa SMP negeri di Jakarta Timur. Kasus ini melibatkan penyuntingan menggunakan kecerdasan buatan.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi, menyebutkan, “Memang terjadi pada salah seorang siswa yang melakukan perbuatan tersebut dan saat ini masih dilakukan penyidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim.”
Selanjutnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap CA (25) terkait peredaran narkoba jenis etomidate. Penangkapan ini dilakukan dalam Operasi Nila Jaya 2026 dengan barang bukti 155 kartrid etomidate.
Modus operandi pelaku adalah menempelkan narkoba di kawasan Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya memerangi peredaran narkoba di Jakarta.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan narkoba dari Pekanbaru. Jaringan ini diduga memasok narkotika untuk diedarkan di Jakarta dan Depok.
Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu S Kuncoro, menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi transaksi narkotika di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat.
Terakhir, Polsek Pulogadung menangani dua kasus begal bersenjata tajam. Kasus ini menunjukkan semakin meningkatnya kejahatan di wilayah tersebut dan memerlukan perhatian lebih dari aparat keamanan.[]
Sumber: Berita Terkini – ANTARA News
