Batik, yang merupakan warisan budaya Indonesia, kini semakin relevan dalam kehidupan sehari-hari. Transformasi batik dari pakaian formal menjadi tren mode harian terlihat jelas. Identitas modern ini telah menjadikan batik bagian dari ekspresi diri masyarakat, terutama anak muda.
Flo Warikar, seorang penggemar batik, mengungkapkan bahwa motif batik kini lebih beragam dan kekinian. Menurutnya, banyak jenama yang menawarkan motif sederhana yang dapat dipadupadankan dengan berbagai jenis pakaian. Hal ini membuat batik lebih nyaman dan menarik untuk digunakan sehari-hari.
Flo juga menyatakan bahwa ia tidak ragu untuk menginvestasikan hingga Rp 2 juta untuk kain batik berkualitas yang dapat digunakan dalam waktu lama. Ia menghargai proses pembuatan batik dan lebih memilih motif yang tidak terlalu kaku, sambil mempertimbangkan isu lingkungan dengan memilih warna alami.
Di sisi industri, batik menunjukkan kemajuan yang pesat. Banyak perajin yang memanfaatkan marketplace untuk menjual produk mereka. Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI), Komarudin Kudiya, mencatat beberapa perajin dapat meraih omzet miliaran rupiah per bulan meskipun tidak memiliki toko fisik.
Pasar batik yang luas menciptakan celah bagi banyak pelaku industri. Komarudin menyebutkan bahwa banyak anak muda kini terjun ke industri batik, mengambil peluang pasar yang sebelumnya kurang terlayani. Hal ini membawa harapan baru bagi pengembangan industri batik di Indonesia.
Dengan permintaan yang terus meningkat, batik tidak hanya menjadi pakaian untuk acara formal. Kini, banyak orang, terutama generasi muda, mengadopsi batik sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Transformasi ini menunjukkan kekuatan batik sebagai simbol identitas dan kebanggaan bagi bangsa Indonesia.[]
Sumber: Kompas.id
