Bank sentral di berbagai negara masih aktif membeli emas sepanjang 2026. Hingga Agustus 2026, total pembelian emas global mencapai 170 ton. Menurut World Gold Council (WGC), bank sentral mencatat pembelian bersih sebesar 39 ton pada Agustus 2026.
Marissa Salim, Senior Research Lead APAC WGC, menyatakan, “Bank sentral global tetap melanjutkan akumulasi emas pada bulan Agustus ini, dengan pembelian bersih yang dilaporkan mencapai 39 ton.” Dalam laporan Central Bank Gold Statistics, WGC menunjukkan bahwa pembelian pada Agustus 2026 masih didominasi oleh negara-negara yang konsisten membeli emas.
China tercatat sebagai pembeli terbesar pada Agustus 2026, diikuti oleh Uzbekistan dan Polandia. Sementara itu, Polandia menempati posisi teratas dalam akumulasi pembelian emas sejak awal tahun 2026.
WGC menekankan pentingnya komposisi pembelian pada Agustus 2026. Pembelian ini dipimpin oleh bank sentral yang berkomitmen dalam program akumulasi jangka panjang. WGC mencatat, “Permintaan sekali lagi dipimpin oleh bank sentral yang sudah dikenal yang mengikuti program akumulasi multi-tahun.”
Menurut WGC, pola pembelian ini mencerminkan tujuan pengelolaan cadangan emas dalam jangka panjang. “Aktivitas bank sentral terus mencerminkan tujuan cadangan jangka panjang, sementara fluktuasi bulanan lebih cenderung mencerminkan perbedaan dalam implementasi dan kebutuhan likuiditas spesifik negara,” ungkap WGC.
Di sisi lain, Polandia masih menjadi negara dengan pembelian emas terbesar sepanjang 2026 hingga Agustus. Pembelian emas oleh bank sentral menunjukkan tren positif dalam upaya memperkuat cadangan emas mereka.[]
Sumber: Kompas.com
