Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengumumkan bahwa susu akan disediakan kembali dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai 1 November mendatang. Pengumuman ini disampaikan setelah pelantikan pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Aceh di Aceh Besar pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Sudaryono menekankan bahwa 80 persen pasokan susu harus berasal dari peternak lokal. Ia menjelaskan, “Dulu kan sempat disetop, tapi ini sekarang sudah kita perbolehkan dan insyaallah mulai dengan 1 November tahun ini.” Ia menambahkan bahwa susu yang akan dibagikan kepada anak-anak di sekolah adalah susu segar dari peternak lokal.
Pengadaan susu untuk program MBG sempat terhenti sebelumnya. Kini, dengan regulasi yang mendukung peternak lokal, BGN kembali membuka distribusi susu. Sudaryono berharap, kebijakan ini akan mendorong kemajuan peternakan di seluruh Indonesia.
Selain susu, Sudaryono juga menyampaikan perhatian terhadap komoditas lain dalam rantai pasok pangan MBG, seperti telur dan daging ayam. Ia mendapati adanya masalah harga telur peternak yang tertekan akibat peran perantara.
Untuk mengatasi praktik perantara dan mendukung pemberantasan mafia pangan, BGN berencana meluncurkan platform pasar digital atau marketplace pada November atau Desember mendatang. Sudaryono menjelaskan, “Dapur-dapur itu wajib membeli telur, ayam, beras, minyak goreng ada 7 komoditas itu melalui marketplace, melalui online. Sehingga harganya kita jelas dan sumber dari telur dan ayam dan dagingnya itu berasal dari peternak, dari koperasi-koperasi peternak.” Ia berharap platform ini dapat diluncurkan secepatnya.[]
Sumber: detikNews
