Jumlah pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 70.560 orang pada Mei 2026. DPRD DIY menekankan perlunya penguatan kompetensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini diharapkan dapat memperluas peluang kerja di wilayah tersebut.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menunjukkan peningkatan jumlah pengangguran sebesar 1.020 orang dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja justru mengalami pengurangan sebanyak 11.040 orang pada periode yang sama.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengaitkan masalah pengangguran dengan tingginya angka kemiskinan. Ia mengungkapkan perlunya strategi penyiapan tenaga kerja yang lebih baik melalui penyelarasan pendidikan kejuruan dengan kebutuhan industri. “Pengangguran ini menjadi salah satu pemicu utama kemiskinan,” ujar Imam.
Imam Taufik menegaskan bahwa sinergi antara sekolah dan dunia kerja harus dioptimalkan. Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki pendidikan yang memadai, tetapi juga keterampilan yang relevan untuk memasuki pasar kerja. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
Menurut Imam, hubungan yang efektif antara sekolah dan dunia usaha maupun industri perlu diperkuat. DPRD DIY siap memfasilitasi kebutuhan sekolah sesuai kewenangan pemerintah daerah. Ini termasuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan lulusan siap bekerja.[]
Sumber: Harianjogja.com
