Di Kabupaten Siak, kekayaan sumber daya alam tidak selalu menjamin layanan dasar yang memadai bagi warganya. Hal ini terlihat jelas di Dusun Mungkal, wilayah yang termasuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat melakukan kunjungan kerja, Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyaksikan langsung anak-anak sekolah yang berdesakan di bak truk untuk berangkat dan pulang sekolah.
Kondisi ini menjadi sorotan karena truk tersebut menjadi sarana transportasi utama bagi pelajar sehari-hari. Afni Zulkifli bahkan meminta sopir untuk melaju perlahan agar anak-anak tidak terjatuh selama perjalanan. Pemandangan ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan pemerintah dalam menyediakan layanan dasar bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Menurut Afni, situasi di Mungkal mencerminkan kesenjangan antara potensi ekonomi daerah dan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat di wilayah terpencil. Siak dikenal memiliki sumber daya alam, termasuk sektor perkebunan sawit dan minyak. Namun, Afni menjelaskan bahwa manfaat dari sumber daya tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di kawasan 3T.
“Nih yang ngemotong-motong DBH daerah penghasil, tengok anak-anak kami aja. Belum sanggup nak beli bus. Ini nasib, mereka tinggal di daerah yang kaya. Ada sawit, ada minyak,” ungkapnya. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa meskipun Siak kaya akan sumber daya alam, akses dan kualitas layanan pendidikan masih sangat kurang.
Selain pendidikan, kebutuhan dasar lainnya juga belum terpenuhi di Dusun Mungkal. Saat kunjungan, anak-anak juga mengungkapkan harapan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat hadir di wilayah mereka. Permintaan ini menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak, di daerah tertinggal.[]
Sumber: HALLORIAU.COM
