… Banda Aceh
Kesehatan

USK dan GEN-A Perkuat Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAIT Nurul Ishlah

Banda Aceh - Program Kemitraan Masyarakat Berbasis Pengembangan Berkelanjutan (PKMBPB) Universitas Syiah Kuala bersama Generasi Edukasi…

Oleh
Bagikan

Banda Aceh – Program Kemitraan Masyarakat Berbasis Pengembangan Berkelanjutan (PKMBPB) Universitas Syiah Kuala bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi remaja bagi siswi SMAIT Nurul Ishlah Banda Aceh, lewat program Taman Edukasi Kesehatan Remaja atau TaKasi-SeRa.

Edukasi kesehatan reproduksi remaja menjadi sorotan utama dalam kegiatan yang digelar di SMAIT Nurul Ishlah Banda Aceh tersebut. Program bertajuk Pengembangan Taman Edukasi Kesehatan Remaja (TaKasi-SeRa) sebagai Model Integrasi Layanan Kesehatan Reproduksi Siswa Berbasis Sekolah ini digagas tim pengabdian PKMBPB Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), dan menyasar para siswi sebagai peserta utama.

Ketua tim pengabdian, Ns. Putri Mayasari, M.NS, memimpin langsung jalannya kegiatan yang juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Sekolah Sehat (GSS). Ia menyebut kolaborasi tiga pihak—kampus, sekolah, dan komunitas—sebagai langkah strategis memperluas akses edukasi kesehatan reproduksi remaja di lingkungan pendidikan. “Pendidikan kesehatan reproduksi perlu diberikan sejak dini agar remaja memiliki pengetahuan yang benar, mampu menjaga kesehatan dirinya, serta memahami pentingnya menghormati hak dan batasan diri maupun orang lain,” ujar Putri.

Materi Pubertas Jadi Pintu Masuk Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Program Kemitraan Masyarakat Berbasis Pengembangan Berkelanjutan (PKMBPB) Universitas Syiah Kuala bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi remaja bagi siswi SMAIT Nurul Ishlah Banda Aceh, lewat program Taman Edukasi Kesehatan Remaja atau TaKasi-SeRa.
Program Kemitraan Masyarakat Berbasis Pengembangan Berkelanjutan (PKMBPB) Universitas Syiah Kuala bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi bagi siswi SMAIT Nurul Ishlah Banda Aceh, lewat program Taman Edukasi Kesehatan Remaja atau TaKasi-SeRa.

Kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diisi Syarifah Bainatun Nadia yang mengupas pubertas dan menstruasi, mulai dari perubahan fisik-psikologis remaja, siklus menstruasi, hingga cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Menurutnya, pemahaman yang benar sejak dini membuat remaja putri lebih percaya diri menghadapi perubahan tubuh dan tidak mudah terpapar informasi keliru.

Sesi kedua dibawakan Ns. Rifa Nadhifatusysyarfi, S.Kep, edukator dari GEN-A, dengan materi privasi dan hak atas tubuh, infeksi menular seksual, serta pencegahan pelecehan seksual. Rifa menegaskan pentingnya keberanian menolak perlakuan tak pantas dan mengetahui langkah yang bisa ditempuh saat menghadapi kekerasan seksual. “Pemahaman mengenai privasi dan hak atas tubuh merupakan bagian penting dari pendidikan kesehatan reproduksi,” katanya.

Selama kegiatan, para siswi aktif berdiskusi dan berdialog langsung dengan narasumber. Evaluasi melalui pre-test dan post-test mencatat peningkatan pengetahuan peserta di seluruh topik yang diajarkan. Kepala SMAIT Nurul Ishlah Banda Aceh turut mengapresiasi kolaborasi ini, menyebut perempuan sebagai pondasi penting masyarakat yang perlu dibekali ilmu sejak dini, sembari mengutip pesan Umar bin Khattab tentang kehormatan dan hak perempuan.

Ke depan, PKMBPB USK dan GEN-A berharap TaKasi-SeRa dapat menjadi model integrasi layanan kesehatan reproduksi berbasis sekolah yang berkelanjutan, mendukung lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif, sekaligus jadi contoh bagi sekolah lain.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.