Otoritas Filipina telah menangkap 241 warga asing dalam penggerebekan di Mindanao. Operasi ini dilakukan di dua lokasi yang diduga sebagai pusat judi online ilegal. Sebagian besar dari mereka yang ditangkap adalah warga negara China.
Biro Imigrasi Filipina mengungkapkan, ini merupakan penggerebekan terbesar terhadap operator Philippine Offshore Gaming Operators (POGO) sepanjang tahun 2026. Kepala Imigrasi Joel Viado menyatakan pentingnya menegakkan hukum imigrasi.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, penggerebekan dilakukan oleh militer dan lembaga penegak hukum. Dalam operasi pertama, 110 warga China, dua warga Kamboja, dan seorang penduduk Hong Kong ditangkap. Di lokasi kedua, 131 warga asing ditangkap, sebagian besar warga China serta warga Malaysia, Indonesia, dan Myanmar.
Dari penggerebekan tersebut, petugas menyita peralatan komputer, telepon seluler, laptop, dan kartu SIM. Biro Imigrasi juga menyatakan sedang menyelidiki kemungkinan tindak pidana perdagangan manusia terkait dengan beberapa yang ditangkap.
Pemerintah Filipina berencana mendeportasi warga asing lainnya. Filipina melarang operator judi daring POGO pada tahun 2024. Larangan ini diambil setelah adanya laporan bahwa kelompok kejahatan terorganisasi menggunakan POGO sebagai kedok untuk perdagangan manusia dan pencucian uang.
Kekhawatiran terhadap operasi penipuan yang melibatkan korban perdagangan manusia telah meningkat di berbagai negara Asia. Pemerintah Filipina belum memberikan rincian mengenai penyelidikan pidana atau jadwal deportasi.
Juru bicara Kedutaan Besar China, Ji, belum memberikan komentar terkait penggerebekan tersebut.[]
Sumber: CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia
