Huawei meluncurkan AI Practice LAB (AIPL) Solution secara global dalam Global Education Summit di Shanghai. Acara ini bertema “AI × Education: Building the Talent Foundation for the Digital & Intelligent Era” dan merupakan bagian dari HUAWEI CONNECT 2026.
Dalam peluncuran ini, Huawei juga menerbitkan “AI+ Practical Teaching White Paper”. Transformasi pendidikan berbasis AI membuat pola pembelajaran konvensional sulit memenuhi kebutuhan industri akan keterampilan praktis.
Pengembangan SDM AI menjadi prioritas dalam pendidikan tinggi. Huawei menghadirkan Solusi AIPL yang mengandalkan skenario, data, dan algoritma dari kondisi nyata.
Solusi ini menghubungkan pembelajaran teori dengan kebutuhan industri melalui studi kasus, data anonim, dan perangkat rekayasa. Hal ini membantu perguruan tinggi menyiapkan tenaga profesional AI yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Tao Jingwen, Deputy Chairman Huawei, menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan institusi pendidikan dan perusahaan untuk mengembangkan model pendidikan berbasis praktik. “Kami membangun ‘jalan’ dan ‘jembatan’ yang menghubungkan pembelajaran teori dan praktik,” katanya.
Huawei berkomitmen di sektor pendidikan melalui pendekatan terbuka, bekerja sama dengan universitas dan lembaga penelitian global. Mereka ingin mendukung transformasi digital di sektor pendidikan melalui inovasi teknologi.
Dalam acara tersebut, Li Junfeng, Vice President Huawei, serta tokoh lainnya turut meluncurkan Solusi AIPL secara global. Saat ini, Huawei bekerja sama dengan 12 mitra perintis untuk mengembangkan solusi pembelajaran praktik AI.
Solusi tersebut telah diterapkan di beberapa perguruan tinggi, termasuk Beijing Institute of Technology dan Shanghai Jiao Tong University. Peluncuran ini bertujuan memperluas penerapan konsep praktik AI di berbagai negara.[]
Sumber: Berita Terkini – ANTARA News
