Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan 1,11% atau 71,16 poin, menjadi 6.313,57 pada sesi pertama tanggal 22 September 2026. Penurunan ini menjadikan IHSG sebagai indeks dengan performa terburuk di kawasan emerging market Asia Pasifik. Nilai total transaksi di pasar saham Indonesia mencapai Rp7,99 triliun, melibatkan 20,63 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,36 juta kali.
Seluruh indeks sektoral mengalami pelemahan, dengan sektor energi mencatat penurunan terbesar sebesar 2,21%. Sebanyak 513 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 147 saham yang mengalami penguatan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, masing-masing mencapai Rp460,91 miliar dan Rp384,04 miliar.
Meskipun begitu, harga saham BUMI turun 3,65% dan BBRI turun 1,82%. Di tengah pelemahan IHSG, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp351,12 miliar. Dalam hal volume, net sell asing tercatat sebanyak 47,79 juta lembar.
Saham-saham di sektor perbankan menjadi yang paling banyak dijual oleh investor asing. Namun, saham-saham terkait pertambangan mineral dan telekomunikasi tetap terakumulasi oleh investor asing. Di sesi pertama, terdapat rincian Top 5 Net Foreign Buy dan Top 5 Net Foreign Sell.
Top 5 Net Foreign Buy meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan Rp54,85 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) dengan Rp35,30 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan Rp13,91 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan Rp13,55 miliar, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dengan Rp13,51 miliar.
Sementara itu, Top 5 Net Foreign Sell terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan Rp129,60 miliar, PT Timah Tbk (TINS) dengan Rp67,36 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan Rp61,16 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan Rp52,10 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan Rp42,03 miliar.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, mayoritas indeks saham terpantau menguat. FBMKLCI Malaysia naik 0,87%, SET Thailand naik 0,71%, dan TWSE Taiwan naik 0,46%. Namun, IHSG dan PCOMP Filipina menjadi dua indeks yang mengalami penurunan.[]
Sumber: IDNFinancials
