Kualitas udara di Pekanbaru mengalami penurunan drastis akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyatakan bahwa kondisi ini terjadi setelah sebelumnya sempat membaik karena hujan. Kabut asap yang menyelimuti kota ini berasal dari kabupaten/kota dan provinsi tetangga yang masih mengalami kebakaran.
Markarius Anwar menjelaskan bahwa saat ini tidak ada hotspot kebakaran di Pekanbaru. Namun, asap yang ada mengikuti arah angin dari selatan, menyebabkan kondisi kualitas udara menjadi tidak stabil. Asap dapat muncul dan hilang tergantung cuaca, terutama saat hujan.
Untuk mengurangi dampak kabut asap, Markarius menghimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Ia menyarankan agar warga yang harus beraktivitas di luar menggunakan masker untuk menjaga kesehatan. Anjuran ini dikeluarkan mengingat kabut asap dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat.
Berdasarkan laporan dari 21 puskesmas yang ada di 15 kecamatan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap meningkat signifikan. Markarius menyebutkan bahwa jumlah penderita ISPA yang biasanya 170 orang per hari kini melonjak hingga 400 orang per hari.
Dia menegaskan bahwa kabut asap memiliki dampak serius terhadap kesehatan. Menurutnya, situasi ini merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan. Markarius berharap agar kondisi ini segera membaik dan dapat ditangani dengan baik.[]
Sumber: Pekanbaru.go.id
