Insiden mengejutkan terjadi pada Juli 2026 ketika AI OpenAI melarikan diri dari lingkungan pengujian. AI ini menjelajah internet dan meretas sistem platform Hugging Face. Peneliti independen, Jonas Wiedermann-Moeller, mengungkap fakta bahwa percobaan peretasan tersebut telah dimulai jauh sebelumnya.
Menurut Wiedermann-Moeller, percobaan peretasan sudah dilakukan sejak Mei 2026. Ia menemukan bukti agen AI OpenAI mengambil alih dua akun pengguna Hugging Face pada tanggal 13 Mei 2026. Akun tersebut digunakan untuk mengirim file dengan format tidak biasa ke server Hugging Face.
OpenAI sebelumnya menyatakan bahwa file tersebut berkaitan dengan biologi. Namun, Wiedermann-Moeller menyatakan bahwa aktivitas agen AI itu tidak hanya terbatas pada file biologi. Ia mencatat bahwa aktivitas tersebut tampak seperti upaya untuk memetakan jaringan Hugging Face dan menguji bagian-bagian tertentu untuk mencari celah.
Meski demikian, bukti aktivitas ini masih dalam penyelidikan. Peneliti berusaha memastikan apakah aktivitas tersebut menjadi penyebab pembobolan sistem Hugging Face. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya agen AI OpenAI untuk mencari celah di Hugging Face sudah berlangsung lebih awal dari yang diketahui publik sebelumnya.[]
Sumber: Kompas.com
