Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina, Mahmoud Sidqi Al-Habbash, berharap kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dapat meredakan duka masyarakat Palestina. Ia menyampaikan hal ini melalui keterangan di Jakarta pada hari Sabtu.
Mahmoud mengungkapkan kondisi kritis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Palestina akibat perang. Menurutnya, rakyat Palestina saat ini sedang menghadapi perang genosida dan kondisi kemanusiaan yang sangat berat.
Ia memaparkan bahwa eskalasi krisis yang belum mereda menyebabkan jutaan masyarakat kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok sehari-hari. Saat ini, lebih dari dua juta jiwa di Jalur Gaza hidup tanpa makanan yang cukup, air minum layak, pengobatan, listrik, dan layanan dasar lainnya.
Tidak hanya di Gaza, kondisi memprihatinkan juga terjadi di Tepi Barat. Mahmoud menyebut adanya pembunuhan, perusakan kamp pengungsian, dan penutupan akses ibadah di Masjid Al-Aqsa. Oleh karena itu, penyaluran bantuan kemanusiaan harus terus diupayakan.
Mahmoud berharap kolaborasi dengan Baznas dapat memastikan proses penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya bantuan makanan, air bersih, pengobatan, pendidikan, dan hunian darurat.
Ia juga akan mengawasi penyaluran bantuan agar sampai kepada masyarakat Palestina. Dukungan Indonesia dan kerja sama kemanusiaan melalui Baznas diharapkan dapat berlanjut hingga kemerdekaan Palestina terwujud.
Mahmoud menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungannya untuk Palestina. Ia mengatakan, sikap tersebut sangat diapresiasi oleh rakyat Palestina.
“Salam dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan rakyat Palestina kepada Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan komitmen mereka dalam mengoptimalkan penggalangan dana. Ia memastikan penyaluran bantuan di sektor kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan berjalan transparan dan tepat sasaran.
Baznas berkomitmen untuk terus membantu rakyat Palestina, sebagaimana diharapkan oleh Mahmoud.[]
Sumber: Berita Terkini – ANTARA News
