Rans Carnival, yang diadakan oleh PT Rans Entertainment Indonesia Tbk, mengalami sepinya pengunjung saat pelaksanaannya di Sleman, Yogyakarta. Acara yang dimulai pada Sabtu, 31 Oktober ini menyusul boikot yang dilayangkan oleh sejumlah pihak. Boikot tersebut berkaitan dengan keterlibatan Raffi Ahmad dalam deklarasi Sumpah Pemuda di Jakarta pada 28 Oktober.
Acara deklarasi tersebut dikritik karena diduga menghadirkan massa bayaran. Hal ini menjadi sorotan publik, terutama karena berlangsung bersamaan dengan demonstrasi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. Sehari sebelum Rans Carnival, beberapa pengisi acara, termasuk grup musik Tipe-X dan Guyon Waton, mengundurkan diri.
Manajemen Tipe-X mengonfirmasi penarikan mereka melalui media sosial, menyatakan, “Kita mundur dari acara ini. Sampai jumpa di lain pesta.” Selain grup musik, beberapa tenant yang seharusnya berpartisipasi dalam festival kuliner juga menarik diri.
Meski demikian, Rans Carnival tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Namun, acara hari pertama terlihat sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dihadiri puluhan ribu pengunjung. Panitia penyelenggara menegaskan bahwa mereka berkomitmen untuk menyediakan wadah bagi pekerja seni dan UMKM.
“Kami terus mengupayakan agar RANS Carnival tetap diselenggarakan dengan konsep yang lebih sederhana,” ungkap manajemen Rans Carnival. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.
Raffi Ahmad juga memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya di acara deklarasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa partisipasinya tidak dimaksudkan untuk menentang demonstrasi mahasiswa. Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi menyatakan komitmennya untuk mendukung pekerja seni dan memberikan peluang bagi mereka.[]
Sumber: IDNFinancials
