Satuan Tugas Antidrone Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri melaksanakan pengawasan udara di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Kegiatan ini berlangsung selama Pertamina Grand Prix of Indonesia, MotoGP 2026. Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Mandalika Rinjani 2026.
Personel Satgas Antidrone BKO Korps Brimob Mabes Polri ditempatkan di Bukit 360 Sirkuit Mandalika sejak pukul 11.00 Wita. Tugas mereka adalah menjaga keamanan ruang udara selama sesi latihan hingga balapan.
Pada hari kedua balapan, tim berhasil mengidentifikasi drone jenis DJI Mini 5 Pro di sisi barat Bukit Seger. Informasi mengenai lokasi drone tersebut disampaikan kepada panitia untuk ditindaklanjuti oleh petugas keamanan.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Muhammad Kholid, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa keberadaan Satgas Antidrone adalah untuk menjaga keselamatan selama ajang balapan. Penerbangan drone tanpa izin bisa menimbulkan risiko yang membahayakan.
Kholid menegaskan bahwa pembalap yang melaju dengan kecepatan tinggi membutuhkan konsentrasi penuh. Keberadaan drone liar bisa mengganggu baik pembalap, ofisial, penonton, maupun petugas di sirkuit.
“Pengawasan ruang udara dilakukan secara berkelanjutan sejak race hari pertama hingga race terakhir yang dijadwalkan berlangsung besok,” jelas Kholid. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menerbangkan drone tanpa izin untuk menjaga keselamatan semua pihak.
Satgas Antidrone dilengkapi dengan kemampuan dan metode teknis untuk menangani potensi gangguan dari drone. Metode ini bisa mencakup pengacauan sinyal atau jamming serta penggunaan fitur Return to Home (RTH).[]
Sumber: Tribrata News NTB
