Di Jakarta Timur, sebuah rumah dinas TNI disewakan untuk kegiatan judi online. Hal ini menciptakan ironi dalam citra TNI sebagai penjaga kehormatan bangsa. Perwira aktif yang menyewakan rumah itu adalah Letkol Infanteri Arman, Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap 1/Jakarta.
Warga di Kompleks Perumahan Angkatan Darat Cijantung awalnya curiga dengan aktivitas di rumah tersebut. Mereka melakukan penggerebekan dan menemukan 11 orang warga sipil yang diduga operator judi online di dalamnya.
Di lokasi, ditemukan 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sejumlah KTP. Letkol Arman telah ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini sangat mempengaruhi reputasi institusi TNI yang selama ini dihormati publik.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan, “Ini justru hal yang sangat memalukan buat kami.” Dia menegaskan pentingnya menjaga integritas dan disiplin dalam tubuh TNI.
Peristiwa ini bukan hanya kasus kriminal biasa, tetapi adalah cerminan retaknya disiplin dalam institusi militer. TNI seharusnya menjaga kedaulatan dan keamanan negara, bukan menjadi tempat untuk aktivitas yang merusak masyarakat.[]
Sumber: Kompas.com
