Como akan memulai sejarah baru di Liga Champions melawan RB Leipzig dengan harapan besar untuk menang. Pertandingan ini berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis malam ini atau Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. Cesc Fabregas merasakan atmosfer emosional yang menyelimuti kota Como, membuat seluruh warga mendukung tim kesayangan mereka, Como 1907.
Fabregas berusaha mengurangi tekanan pada para pemain, termasuk Nico Paz, dengan menjadikan momen bersejarah ini sebagai pertandingan biasa. Dia mengakui arti penting laga perdana di Liga Champions bagi publik Como dan para pemain. Ini adalah sejarah baru bagi mereka.
Namun, ada tekanan bagi para pemain Como yang mayoritas baru pertama kali berpartisipasi di Liga Champions. Beberapa pemain seperti Alvaro Morata dan Trevoh Chalobah pernah merasakan atmosfer Liga Champions, tetapi Morata tidak masuk skuad karena dipinjamkan ke Leganes.
Pelatih Cesc Fabregas menekankan pentingnya pemain fokus pada diri sendiri dan menunjukkan karakter permainan. Dia ingin mereka berjuang keras hingga peluit panjang. Dalam konferensi pers, Fabregas juga menyampaikan dukungan kepada Roberta Picchi, pemain tim putri Como yang menjalani perawatan kanker payudara.
Fabregas menyatakan, “Kami adalah satu keluarga, kami memberikan pelukan hangat untuk dia. Kami mendukung dia.” Dia menambahkan bahwa laga ini sama pentingnya dengan laga lainnya. Como harus berusaha menang seperti biasanya meski menyadari emosi yang menyertai pertandingan ini.
Dia mengingatkan bahwa Leipzig adalah tim hebat, dan Como harus memanfaatkan kesempatan ini untuk berkembang. Fabregas optimis meski menyadari tantangan yang ada di depan mata. “Kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya, tapi kami percaya,” pungkasnya.[]
Sumber: Kompas.id
