Banda Aceh
Nanggroe

Kerusakan Fasilitas Masjid Raya Baiturrahman, Panitia Zikir Damai Aceh ke-21 Diminta Tanggung Jawab

Banda Aceh - Sejumlah fasilitas Masjid Raya Baiturrahman alami kerusakan karena aksi anarkis massa usai kegiatan zikir dan doa tolak bala…

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Banda Aceh – Sejumlah fasilitas Masjid Raya Baiturrahman alami kerusakan karena aksi anarkis massa usai kegiatan zikir dan doa tolak bala dalam rangka peringatan Hari Damai Aceh ke-21 digelar di halaman masjid, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang semula berlangsung khidmat itu berubah kacau karena jumlah jamaah yang hadir jauh melampaui perkiraan panitia, hingga memicu kerusakan sejumlah fasilitas masjid.

Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Aprilizar, menegaskan panitia harus bertanggung jawab memperbaiki kerusakan yang terjadi selama acara berlangsung. Ia menyebut kerusakan yang berhasil didata meliputi tiang bendera dan sejumlah bendera, sementara para khadam masjid harus bekerja ekstra membersihkan sampah yang berserakan di halaman hingga saluran got.

Seperti dikutip dari MODUSACEH.CO, Aprilizar menjelaskan bahwa sejak awal panitia sudah menandatangani kesepakatan bersama pengelola masjid, mencakup soal keamanan, kebersihan, ketertiban, kesucian tempat ibadah, larangan provokasi dan politik praktis, hingga kewajiban menjaga fasilitas selama kegiatan berlangsung.

“Panitia perlu segera berkoordinasi kembali dengan pihak masjid untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi, termasuk kerusakan beberapa fasilitas. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab panitia atas perjanjian yang telah disepakati sebelumnya,” kata Aprilizar.

Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abi Ishak Lamkawe, menambahkan bahwa pihak masjid hanya memberi izin penggunaan tempat, sedangkan pelaksanaan kegiatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab panitia. Ia turut menyayangkan insiden penurunan bendera Merah Putih dari tiang utama masjid, di tengah ucapan terima kasihnya kepada petugas keamanan, khadam masjid, serta jajaran TNI dan Polri yang membantu menjaga ketertiban.

Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Abu H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, mengingatkan bahwa masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol penting bagi masyarakat Aceh. Menurutnya, semangat zikir dan doa mestinya berjalan beriringan dengan sikap menjaga kedamaian, kebersihan, serta ketertiban, tanpa terkecuali meski antusiasme jamaah tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia zikir dan doa tolak bala terkait tuntutan perbaikan kerusakan fasilitas Masjid Raya Baiturrahman tersebut.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.