Banda Aceh
Berita

Krisis Beras Ritel Modern: Penarikan 25 Merek Fortifikasi

Krisis beras di ritel modern memburuk setelah penarikan 25 merek beras fortifikasi oleh pemerintah.

Oleh Waktu baca: 1 menit
Bagikan

Krisis beras di ritel modern semakin parah setelah pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi. Penarikan ini terkait dengan ketidaksesuaian standar mutu beras yang terdeteksi di Laboratorium IPB University dan beberapa laboratorium lainnya.

Pada 15 September 2026, Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, memerintahkan penarikan beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar. Merek-merek yang ditarik antara lain WFO, TKS, IMF, dan beberapa lainnya, yang diduga tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia.

Kekosongan beras premium di ritel modern telah terjadi selama lima bulan terakhir. Beras fortifikasi yang harganya lebih mahal menjadi pengganti, namun kini juga sulit ditemukan di berbagai hipermarket dan minimarket.

Saat ini, stok beras di ritel modern sebagian besar terdiri dari beras SPHP medium milik Perum Bulog dan beras nonfortifikasi. Pengamat pangan, Khudori, menyatakan bahwa penarikan ini akan memperparah kelangkaan beras di ritel modern.

Menurut Khudori, jika ada merek beras fortifikasi lain yang tersisa, stoknya akan terbatas. Konsumen di ritel modern kemungkinan besar tidak akan memiliki banyak pilihan, hanya beras khusus nonfortifikasi dan beras SPHP medium dari Bulog.

Masalah ini menjadi perhatian serius di tengah kebutuhan masyarakat akan beras yang berkualitas. Penarikan beras fortifikasi menambah tantangan dalam memastikan pasokan beras yang memadai di pasar.[]

Sumber: Kompas.id

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.