… Banda Aceh
Bisnis

Prospek AADI Cerah di Tengah Kenaikan Harga Batu Bara

Prospek PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tetap menjanjikan meski harga batu bara tinggi.

Oleh
Bagikan

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diperkirakan memiliki prospek yang baik di tengah kenaikan harga batu bara. Hal ini dikarenakan potensi tambahan arus kas dari divestasi Kestrel. UOB Kay Hian Sekuritas memprediksi laba bersih AADI tumbuh 48 persen pada tahun 2026.

Setelah divestasi Kestrel selesai, ada peluang pembagian dividen khusus lebih dari Rp1.450 per saham. Analis Benyamin Mikael dan Alden Gabriel Lam dari UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi beli untuk AADI dengan target harga baru Rp14.300 per saham.

Posisi tambang AADI di Kalimantan Selatan menjadi salah satu faktor penopang prospek perusahaan. Lokasi ini relatif terhindar dari gangguan di hulu Sungai Barito. Pengiriman batu bara AADI berjalan tanpa gangguan hingga 6 September 2026.

Aset produksi utama AADI, termasuk tambang Adaro Indonesia, terletak di Kalimantan Selatan. AADI memasok batu bara ke Kelanis dengan jalan angkut milik perusahaan sepanjang sekitar 80 kilometer. Perusahaan ini baru memasuki jalur sungai di stasiun pemuatan Barito bagian tengah dan mengendalikan pengerukan di jalur tersebut.

UOB Kay Hian menyatakan bahwa kondisi ini merupakan keunggulan bagi AADI ketika terjadi gangguan pasokan batu bara di wilayah lain. Harga batu bara Newcastle telah meningkat 37,7 persen sejak konflik antara Amerika Serikat dan Iran dimulai pada Februari 2026.

Harga batu bara diperkirakan tetap tinggi hingga paruh kedua 2026. Hal ini disebabkan oleh permintaan musiman yang bertemu dengan gangguan pasokan akibat El Niño. Selain itu, rendahnya permukaan air akibat El Niño membuat beberapa bagian hulu Barito di Kalimantan Tengah tidak dapat dilalui kapal.

Beberapa pengirim batu bara telah mengumumkan force majeure. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan sekitar 3,9 juta ton per bulan volume pengangkutan batu bara melalui tongkang berada dalam risiko. Periode Juli hingga Oktober biasanya menjadi waktu dengan harga batu bara yang relatif tinggi.[]

Sumber: Limapagi

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.