Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Menurut data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 17.847 per dolar Amerika Serikat, melemah sebesar -0,5% dalam sehari. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah berada di level Rp 17.813 per dolar AS, turun -0,38% secara harian.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penguatan indeks dolar AS turut mempengaruhi pergerakan rupiah. Pasar saat ini sedang mencermati perkembangan konflik antara Iran dan AS yang berimbas pada kondisi ekonomi global. Ke depan, keputusan BI akan sangat diperhatikan oleh pelaku pasar mengingat dinamika nilai tukar, inflasi, dan kebijakan bank sentral global.
Dengan adanya situasi ini, pelaku pasar diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat berdasarkan informasi terkini. Memperhatikan keputusan BI menjadi penting untuk memahami arah pergerakan nilai tukar rupiah ke depannya.[]
Sumber: KONTAN
