Sinabang — Intensitas hujan deras yang masih tinggi memicu banjir dan angin kencang di sejumlah wilayah di Kabupaten Simeulue. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, luapan air merendam pemukiman warga dan merusak rumah di dua kecamatan pada Selasa (4/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Simeulue, T. Ridwan, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi semalaman langsung berujung pada meluapnya air ke pemukiman.
“Semalaman, curah hujan masih tinggi yang disertai angin kencang, telah menimbulkan luapan banjir yang merendam pemukiman warga serta angin kencang juga merusak rumah warga di sejumlah titik lokasi,” ujar T. Ridwan kepada .
Banjir Simeulue Rendam Pemukiman
T. Ridwan merincikan, banjir menggenangi pemukiman warga di Desa Kuala Makmur dan Desa Leubang Hulu. Ketinggian air disebut mencapai lebih dari lutut orang dewasa. Kedua desa tersebut secara administratif berada di wilayah Kecamatan Simeulue Timur dan Kecamatan Teupah Barat.
Tidak hanya banjir, terpaan angin kencang yang menyertai guyuran hujan deras juga mengakibatkan kerusakan fisik. Di Desa Awe Kecil, Kecamatan Teupah Barat, dua unit rumah milik warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat dan rusak ringan.
Meski dua insiden bencana alam itu terjadi bersamaan, T. Ridwan memastikan situasi tetap terkendali. Tidak ada laporan warga yang mengalami luka-luka, dan hingga saat ini belum ada kebutuhan untuk evakuasi atau pengungsian massal. “Dari dua insiden bencana alam itu, tidak ada warga kita yang luka-luka maupun yang mengungsi,” imbuhnya.
Imbauan Siaga BMKG dan Langkah Antisipasi
Kondisi ini merupakan bagian dari dinamika cuaca ekstrem yang masih mengintai. T. Ridwan mengingatkan, berdasarkan pemberitahuan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), status siaga hujan masih berlaku untuk wilayah Sumatera.
Pemicunya adalah aktivitas Siklonik di Samudra Hindia yang diprediksi aktif sejak 2 hingga 8 Agustus 2026.
Menyikapi peringatan dini tersebut, Kalaksa BPBD Simeulue meminta seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya kerja sama warga untuk mencegah potensi banjir susulan dengan membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing.
“Adanya pemberitahuan dari BMKG dengan status siaga hujan, akibat Siklonik Samudra Hindia sejak 2-8 Agustus 2026 di wilayah Sumatera. Maka warga kita harus ekstra waspadai potensi cuaca ekstrim itu serta upayakan kebersihan parit di lingkungannya,” tutup T. Ridwan.
Insiden ini menambah daftar bencana hidrometeorologi di Simeulue. Sehari sebelumnya, Senin (3/8/2026), angin puting beliung sempat menerjang Kecamatan Simeulue Tengah dan merusak 17 unit rumah warga. Kala itu juga tidak dilaporkan adanya korban jiwa atau warga yang terpaksa mengungsi.**
