Pada 9 Oktober 2026, Badan Kepegawaian Negara (BKN) berkolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk meningkatkan kompetensi ASN dalam bidang teknologi informasi dan keamanan siber.
Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat sistem informasi dan digitalisasi pengelolaan ASN di berbagai instansi. Penempatan lulusan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) merupakan bagian dari upaya ini.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani pada 9 Oktober 2026, melibatkan enam instansi. Sekretaris Utama BKN, Rahman Hadi, menekankan pentingnya kerjasama ini untuk mendukung digitalisasi layanan pemerintah.
Layanan BKN sendiri telah menerapkan digitalisasi melalui kebijakan pro-karier ASN. Ini menjadikan ASN di bidang teknologi informasi perhatian penting, terutama untuk meningkatkan keamanan siber.
Hadi menjelaskan, BKN mengelola sekitar 6 juta ASN per 1 Oktober 2026. Mereka terus mengembangkan sistem dan layanan digital guna meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian.
BKN telah mengembangkan 15 program layanan ASN berbasis digital yang sejalan dengan implementasi Asta Cita. Program ini mencakup kemudahan pencantuman gelar akademik, layanan kenaikan pangkat, dan manajemen talenta.
Pengembangan tersebut memerlukan infrastruktur teknologi yang andal dan pengelolaan sistem informasi yang optimal. Perlindungan terhadap risiko keamanan siber juga menjadi fokus utama.
Sekretaris Utama BSSN, Soetedjo Joewono, menambahkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi. Dukungan sumber daya manusia yang kompeten juga sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut.[]
Sumber: Badan Kepegawaian Negara
