Banda Aceh
Berita

Daratan Baru Muncul di Gunung Anak Krakatau Akibat Erupsi

Daratan baru muncul di Gunung Anak Krakatau akibat erupsi berkelanjutan. Temukan faktanya di sini.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Daratan baru telah muncul di perairan antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Fenomena ini disebabkan oleh akumulasi material vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi (PVMBG) Rita Susilawati menyatakan bahwa citra satelit Sentinel menunjukkan penambahan daratan di sektor barat laut hingga barat daya GAK. Endapan ini merupakan hasil dari erupsi yang berlangsung terus-menerus dari 4 hingga 6 September 2026.

Menurut Rita, luas penambahan daratan yang terdeteksi adalah 32,8 hektar. Ia juga menyebut adanya “gumuk pulau kecil” di sebelah barat laut dan tenggara GAK yang terdeteksi oleh citra tersebut. Kedua pulau ini diduga terbentuk hasil dari erupsi yang berlangsung selama sekitar 25 jam.

“Interpretasi sementara menunjukkan bahwa magma encer yang keluar saat erupsi mencapai permukaan melalui jalur bukaan. Material erupsi membentuk daratan baru yang tampak dalam bentuk dua gumuk,” ujarnya.

Rita menambahkan bahwa interpretasi ini masih perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi juga akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Dia mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang. Saat ini, status GAK berada di level waspada. Rekomendasi wilayah bahaya ditetapkan pada radius 2 km dari pusat erupsi.

Untuk keselamatan, Badan Geologi mengimbau agar masyarakat tidak mendekat dalam radius 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau yang baru terlihat. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan bahaya dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.[]

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.