ACEHTODAY.ID – Michael Carrick dipecat? Pertanyaan itu kini menggantung di atas Old Trafford. Manchester United tumbang 0-3 dari Bournemouth, Minggu (25/10/2026), dan pelatihnya makin terpojok.
Hasil itu memperpanjang rapor buruk Setan Merah. United sudah delapan laga beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi. Mereka kini terduduk di peringkat 16 klasemen Liga Premier.
Bournemouth menentukan arah laga sebelum turun minum. Rayan membuka skor pada menit ke-38 lewat peluang yang terlalu mudah.
Lima menit kemudian, Marcus Tavernier menggandakan keunggulan dari jarak dekat. Dua gol cepat itu memperlihatkan lubang di lini belakang United. Evanilson menutup pesta pada menit ke-71 setelah memanfaatkan kelengahan kiper Senne Lammens.
Isu pengganti sudah ramai. The Guardian melaporkan Jason Wilcox menjagokan eks pelatih Newcastle, Eddie Howe, sebagai kandidat utama karena pengalamannya di Premier League. OneFootball mencatat kabar itu muncul sehari sebelum laga.
Suporter Murka, Kapten Dicopot

Suasana stadion ikut memanas. Saat jeda, suporter tuan rumah membentangkan spanduk bertuliskan “standar”. Menjelang laga usai, amarah mereka mengarah ke keluarga Glazer dan pemilik bersama Sir Jim Ratcliffe.
Di papan nama, Roy Keane, Eric Cantona, dan Bryan Robson dikeluarkan dari penyimpanan. Sorotan juga tertuju pada Bruno Fernandes. Sang kapten dicopot dari jabatannya beberapa hari setelah mengkritik pendekatan Carrick di Italia. Carrick menyebut keputusan itu “murni sepak bola”, bukan hukuman.
Bagi Bournemouth, ini kemenangan 3-0 ketiga di Old Trafford dalam empat musim terakhir. Tim asuhan Marco Rose datang dengan percaya diri. Mereka baru menang 3-0 atas AC Milan di Liga Europa pada Kamis, di laga yang dipimpin Ruben Amorim di kubu lawan.
Nasib Michael Carrick Dipecat Menunggu Keputusan Bos

Sebelum laga, United dikabarkan ingin memberi Carrick waktu hingga jeda internasional November. Rencana itu lahir setelah kekalahan 4-1 dari Como di Liga Champions. Akun X Utd Journalist, dengan lebih dari 200 ribu pengikut, tetap menyebut Carrick punya tenggat sampai jeda tersebut.
Fabrizio Romano punya catatan serupa. Lewat kanal YouTube-nya, ia menyebut klub memilih menunda keputusan. Ia juga menilai ada masalah pengelolaan ruang ganti. “Carrick telah diberi waktu tambahan,” ujarnya. Menurut Romano, manajemen memakai masa itu untuk menyiapkan solusi terbaik bila perpisahan terjadi.
Cara kalah dari Bournemouth bisa mengubah hitungan itu. Skor 0-3 di kandang sendiri, ditambah cemoohan di akhir laga, menambah tekanan pada manajemen.

Lammens sempat membela sang pelatih sebelum laga, seperti dikutip Sky Sports. Saat ditanya apakah skuad bersatu di belakang Carrick, ia menjawab, “Bagi saya pribadi, saya pikir memang begitu.” Ia mengakui para pemain frustrasi dan kadang salah bicara. Namun, katanya, semua berusaha memberikan yang terbaik.
Apa Selanjutnya?
Awal musim 2026/27 ini jauh dari harapan. United belum menemukan pola yang stabil, sementara tekanan terus naik. Jeda internasional masih beberapa pekan lagi. Pertanyaannya, apakah manajemen sabar menunggu, atau menilai Michael Carrick dipecat adalah langkah yang tak bisa ditunda.
