… Banda Aceh
Aceh

Jepang Dukung Pembangunan PLTA Peusangan II Senilai Rp1,5 Triliun

Oleh
Bagikan

ACEHTODAY.ID | Pemerintah Jepang mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan Tahap II di Aceh dengan nilai proyek sekitar 13,62 miliar yen atau setara Rp1,5 triliun. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama Jepang dalam mendorong pengembangan sektor energi di Aceh.

Komitmen itu dibahas dalam pertemuan Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, dengan Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, pada Jumat (16/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam jamuan makan siang kehormatan di kediaman resmi Konsul Jenderal Jepang di Medan tersebut turut membahas peluang pengembangan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kebencanaan, kemaritiman, energi, investasi, hingga pelestarian peninggalan sejarah Jepang di Sabang.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, mengatakan pertemuan itu berlangsung menjelang berakhirnya masa tugas Furugori Toru sebagai Konsul Jenderal Jepang di Medan pada pekan depan.

Furugori mulai menjabat pada Juni 2025, menggantikan Takonai Susumu.

Dalam kesempatan tersebut, Furugori memaparkan sejumlah program kerja sama dan bantuan Pemerintah Jepang untuk Aceh, terutama sejak bencana gempa bumi dan tsunami melanda wilayah itu pada 26 Desember 2004.

Berdasarkan paparan Konsulat Jenderal Jepang, pada masa tanggap darurat tsunami, Jepang mengerahkan lebih dari 2.000 personel dan menyalurkan sekitar 403 ton bantuan kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Dukungan Jepang berlanjut pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Bantuan tersebut mencakup pemulihan fasilitas kesehatan, penyediaan air bersih dan sanitasi, pembangunan sarana evakuasi, pengendalian banjir, serta pemulihan sektor perikanan dan fasilitas publik.

Selain pembangunan PLTA Peusangan Tahap II, kerja sama Jepang dengan Aceh juga mencakup pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sabang.

Di sektor energi dan sumber daya alam, kerja sama turut meliputi survei eksplorasi minyak dan gas bumi di sekitar Lhokseumawe yang melibatkan Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC), JAPEX, serta Universitas Padjadjaran.

Jepang juga memberikan dukungan terhadap pembangunan Pusat Edukasi Tsunami Aceh pada 2023 melalui skema hibah Grassroots senilai sekitar 50.031 dolar AS.

Sementara itu, pada 2025, Jepang menyalurkan bantuan berupa alat berat untuk mendukung pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya. Nilai bantuan tersebut mencapai sekitar 452.357 dolar AS.

Berbagai bentuk dukungan tersebut mencerminkan keberlanjutan hubungan kerja sama Jepang dan Aceh, mulai dari penanganan bencana, pemulihan infrastruktur, hingga pengembangan sektor energi dan kemaritiman.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.