ACEHTODAY.ID – Susunan pemain Roma vs Genoa malam ini diwarnai kabar buruk. Pelatih Gian Piero Gasperini mengumumkan daftar skuad untuk laga di Stadio Olimpico pukul 20.45, dan lima pemain pentingnya tidak bisa tampil. Akibatnya, empat talenta muda dari tim Primavera dipanggil untuk mengisi bangku cadangan.
Svilar dan Cristante absen dalam jangka panjang. Dybala dan Koné menyusul setelah cedera di babak pertama laga Liga Champions melawan Real Madrid.
Malen ikut hilang karena menjalani skorsing akibat kartu merah di Como. Gasperini lalu memanggil Di Nunzio, Camara, Arena, dan Paratici dari skuad Primavera.
Lorenzo Paratici, Panggilan Pertama Sang Striker Muda
Perhatian tertuju pada Lorenzo Paratici, putra Fabio Paratici, direktur olahraga Fiorentina. Pemain kelahiran 2008 ini mendapat panggilan pertamanya ke tim utama.
Secara teknis, ia akan menggantikan Dybala, idolanya sejak kecil. Ia pernah menyambut Dybala bersama sang ayah di Turin saat sang bintang tiba untuk memperkuat Juventus.
Paratici bergabung ke Roma dengan status pinjaman dari Sampdoria musim lalu. Di laga persahabatan melawan Roma City, ia langsung menjadi starter bersama tim utama dan mencetak hat-trick.
Bersama Primavera, ia tampil sebagai striker murni dan kembali berperan besar dalam comeback melawan Fenerbahçe di Liga Pemuda. Kini kesempatan debut Serie A ada di depan mata.
Daftar Pemain Roma Menghadapi Genoa
Gasperini membawa tiga kiper, yakni Vasquez, De Marzi, dan Gollini. Di lini belakang ada Rensch, Koulierakis, Ndicka, Molina, Hermoso, Mancini, Balerdi, Wesley, Lulli, dan Ghilardi. Gelandangnya adalah Pellegrini, De Roon, Pisilli, Di Nunzio, dan Mora. Untuk lini depan tersedia Castro, Soulé, Arena, Paratici, dan Camara. Laga ini juga dinanti karena Roma bertemu mantan idola mereka, De Rossi.
Dua Pilihan Taktik di Tengah Skuad Terbatas
Dari sisi taktik, pekerjaan rumah Roma cukup jelas. Tim ini sering melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari, terutama pada 10 sampai 15 menit terakhir.
Antisipasi bola mati juga perlu dibenahi. Gasperini dikenal menyukai permainan terbuka, tetapi situasi bola mati bisa menentukan hasil akhir.
Setelah kekalahan, mengembalikan mental pemain jadi tugas penting. Pekerjaan ini bukan hanya milik pelatih kepala. Staf fisik, tim psikologi, dan staf pendukung lain harus bekerja bersama memulihkan kepercayaan diri skuad.
Genoa datang dengan satu kemenangan di tangan, sehingga mental bertanding mereka mungkin sedikit lebih baik. Mereka berpotensi bermain terbuka, dan itu bisa menguntungkan Roma jika mampu memanfaatkannya.
Tanpa Malen, Roma masih punya Castro. Di lini tengah, Mora dan Pellegrini bisa jadi andalan di tengah gangguan cedera.
Pertanyaan terbesarnya adalah pendekatan seperti apa yang dipilih Roma. Mereka bisa bermain pragmatis demi stabilitas mental dan kemenangan. Pilihan lain adalah tetap bermain terbuka dengan risiko kehilangan konsentrasi.
Dalam analisis ini, bermain kurang menarik bukan masalah asalkan Roma menang, karena musim masih panjang.
Secara hitungan, peluang Roma memang lebih besar. Namun peluang itu tak berarti jika mereka lengah. Jika gagal membaca kekuatan Genoa dan membenahi kelemahan sendiri, Roma justru bisa terpuruk.
