Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Gunung Anak Krakatau telah resmi dihentikan. Namun, pihak keluarga kru kapal tidak berdiam diri dan berencana melakukan pencarian mandiri. Mereka menunggu kabar baik meski Basarnas telah menghentikan proses pencarian, menurut Sumi, keluarga dari Heriyanto selaku guide.
Rombongan yang hilang terdiri dari lima jurnalis, yaitu M Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance). Juga terdapat dua kru kapal, Warta/Surahman (kapten) dan Sukarman (ABK). Mereka dilaporkan hendak meliput aktivitas di Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Sumi menyatakan bahwa pihak keluarga telah ikhlas atas hasil pencarian yang berlangsung selama sepuluh hari. Meskipun demikian, mereka akan terus berupaya mencari informasi mengenai keberadaan rombongan yang hilang. Rencana pencarian mandiri akan melibatkan warga dan nelayan setempat.
Sumi menekankan pentingnya ikhtiar dari keluarga, mengatakan, “Kita mah ikhtiar terus aja, hingga ada kabar baik, karena ini kan belum ada kesimpulan.” Saat ini, istri Heriyanto mengalami sakit akibat beban pikiran yang berat.
Yayat Suryadi, anak dari Sukarman, juga menyatakan harapannya untuk mendapatkan kabar baik. Dia mengungkapkan rasa ikhlas terkait hasil operasi SAR yang belum membuahkan hasil. “Kalau begini, mau gimana lagi, harus ikhlas kami juga,” ujarnya.
Hingga saat ini, Yayat masih berharap ada keajaiban dan para rombongan dapat pulang dengan selamat. Harapan tetap ada meskipun pencarian resmi telah dihentikan.[]
Sumber: detikNews
